Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pasaman

Kali Ini Bupati Welly Suhery Terlihat Tegas, “Bagi ASN Yang Tidak Mampu, Silahkan Mundur”

26
×

Kali Ini Bupati Welly Suhery Terlihat Tegas, “Bagi ASN Yang Tidak Mampu, Silahkan Mundur”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman, Zaman.co.id. – Di tengah keprihatinan akibat banjir dan longsor serta ancaman defisit anggaran yang mencemaskan, Bupati Pasaman Welly Suhery, mulai kelihatan tegas. Ia mengatakan di hadapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pasaman, dalam Apel Organik di Halaman Kantor Bupati, Senin, 8 Desember 2025.

Dimana Bupati Welly, meminta ASN bekerja dengan serius. “Apabila ada di antara kita yang tidak memiliki kesungguhan atau tidak ingin berjalan bersama memajukan Pasaman, maka bersikaplah sportif. Bagi ASN yang merasa tidak mampu mengikuti ritme kerja, silakan mengundurkan diri atau mengajukan permohonan pindah,” tegasnya.

Terlihat, pada apel gabungan itu, hadir seluruh kepala OPD, camat, dan wali nagari se Kabupaten Pasaman.
Waktu itu, instruksi begitu sangat keras dalam apel. Tak biasanya, Bupati Welly merupakan sosok yang ramah, penuh senyum dan dikenal orang yang selalu mencari jalan keluar dalam setiap persoalan yang terjadi di pemerintah daerah.

Apa yang disampaikan Bupati Welly dihadapan seluruh ASN itu, menunjukkan bahwa bupati mulai kesal dan marah dengan kinerja ASN-nya, dalam beberapa bulan terakhir, karena tidak memiliki komitmen dalam bekerja.

Selain itu, Bupati Welly meminta agar pelayanan publik harus berjalan optimal dan koordinasi antar-OPD harus diperkuat. Ia juga mendorong penyelesaian seluruh kegiatan tahun 2025 dengan prinsip tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

”Pertahankan lah marwah pemerintahan demi mewujudkan Pasaman yang bangkit, berkarakter, maju, dan berkelanjutan. Kita tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi orang yang dapat dipercaya, bekerja dengan sepenuh hati, dan menomorsatukan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi,” pintanya.

Juga, Bupati Welly kemudian, menginstruksikan percepatan penanganan bencana. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks beban ganda yang dihadapi Kabupaten Pasaman. Di satu sisi, cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir telah memicu bencana hidrometeorologi yang merusak infrastruktur dan mengganggu perekonomian warga. Di sisi lain, pemerintah daerah justru menghadapi ancaman pengetatan fiskal yang signifikan pada tahun 2026.

Pada kesempatan itu, Bupati Welly mengungkapkan fakta yang memprihatinkan, Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 diproyeksikan turun drastis sebesar Rp116 miliar dibandingkan APBD Awal 2025, dan turun Rp54 miliar dari Perubahan APBD 2025. Sementara, kebutuhan untuk pemenuhan belanja wajib dan mengikat terus meningkat, sehingga ruang fiskal kita menyempit, paparnya.

Menghadapi realitas itu, Bupati Welly Suhery menginstruksikan agar dilakukan rasionalisasikan kembali belanja-belanja penunjang, serta tunda atau hilangkan kegiatan yang bersifat seremonial.

Terus, Ia menekankan, bahwa profesionalitas dan integritas birokrasi sedang diuji dalam situasi ini. Meski anggaran ketat, ia menegaskan, agar pelayanan publik dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tidak boleh terganggu.

Namun demikian, Bupati Welly, menyampaikan apresiasinya kerja cepat semua pihak dalam penanganan masa tanggap darurat banjir dan longsor yang berlaku 27 November hingga 3 Desember 2025. Namun, ia mengingatkan bahwa ancaman belum berakhir.

“Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut, saya mengimbau seluruh OPD, Camat, Wali Nagari, dan BUMD untuk tetap waspada,” pesannya.

Lalu, Ia mengingatkan, pentingnya mengacu pada informasi resmi dan menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama di tengah kerentanan pasca-bencana saat ini. ( Sol/Mul )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *