Bukittinggi, Zaman.co.id. – Kota Bukittinggi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat dibuka secara resmi Sabtu, 13 Desember 2025. Menjelang pembukaan, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama jajaran pemerintah kota meninjau langsung kesiapan lokasi utama di Lapangan Kantin Wira Praja Kodim 0304/Agam, Jumat.
Walikota Ramlan menyampaikan persiapan teknis dan non-teknis telah mencapai 90 persen. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan pihak terkait yang telah bekerja siang malam demi menyukseskan perhelatan akbar MTQ ke XLI.
Kami terus memantau kedatangan para kafilah dari berbagai daerah. Hingga hari ini, sudah ada sekitar 10 kabupaten dan kota yang tiba di Bukittinggi, dan sore nanti menyusul beberapa lagi,” ujarnya. Kepala SKPD jajaran Pemko Bukittinggi menyambut kehadiran khafilah.
Walikota menegaskan malam sebelum pembukaan akan digelar gladi bersih untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana. Ia berharap kegiatan dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat syiar Islam dari Kota Bukittinggi ke seluruh penjuru negeri.
Sabtu pagi dilaksanakan pembukaan resmi dan pawai taaruf. Kami atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah dan panitia dari 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Semoga syiar Islam dari Kota Perjuangan dapat menyentuh hati masyarakat hingga ke pelosok negeri,”papar walikota Ramlan.
Ramlan menyampaikan harapannya pelaksanaan MTQ membawa keberkahan bagi Sumatera Barat yang saat ini tengah dilanda bencana alam. Ia mendoakan agar Kota Bukittinggi dan seluruh warganya senantiasa dilindungi dari segala bentuk musibah.
“Dengan kegiatan ini, mari kita perkuat doa dan kebersamaan agar daerah kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” harapnya.
Sebagai bentuk partisipasi dan semangat menyambut MTQ, Pemerintah Kota Bukittinggi mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mengenakan pakaian adat selama kegiatan berlangsung.
“Kami minta seluruh pegawai perempuan mengenakan baju kurung, sementara laki-laki memakai baju koko, peci, dan sarung. Ini sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebersamaan dalam menyambut tamu-tamu kita,” Ramlan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Bukittinggi untuk turut serta memeriahkan dan menyukseskan MTQ. Menurutnya, keterlibatan aktif warga akan menjadi cerminan keramahan dan kekompakan Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah.
“Mari kita sambut para tamu dengan senyum, semangat, dan pelayanan terbaik. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan Bukittinggi layak menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya di Sumatera Barat,” ( Yet )

















