Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pasaman

Ada Yang memfitnah Rohom Soal Kasus Penganiayaan Nenek Saudah

5
×

Ada Yang memfitnah Rohom Soal Kasus Penganiayaan Nenek Saudah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASAMAN, Zaman.co.id. – Adanya sengketa tanah nenek Saudah, sejak bertahun-tahun lalu. Dan kemudian berujung penganian oleh cucunya, kini ada yang mengait mengaitkan nama Roni Irawan yang akrab disapa Rohom.

Hal itu , tentu saja dibantah oleh Rohom. Ia menjelaskan, adanya upaya pengaitan dirinya dengan aktivitas tambang emas di Pasaman, terlebih dengan kasus penganiayaan Saudah yang belakangan mencuat. Tudingan tersebut tidak berdasar, menyesatkan, dan berpotensi menjadi fitnah.

Silahkan buktikan, lanjut Rohom, bahkan juga menantang secara terbuka FRH, salah satu media Online, yang memberitakan atau siapa pun yang merasa berkepentingan, agar turun langsung ke lapangan dan mencari alat berat yang diklaim miliknya di wilayah Pasaman, ungkapnya.

“Silakan kerahkan seluruh sumber daya. Cari alat berat milik saya atau yang berada di bawah penguasaan saya di Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, atau di mana pun di Kabupaten Pasaman yang melakukan aktifitas tambang illegal,” tantang Rohom kepada wartawan di kediamannya, di Lubuk Sikaping, Minggu, 11 Januari 2026.

Dan, Rohom tidak berhenti sampai di situ. Ia bahkan menyampaikan pernyataan ekstrem sebagai bentuk keyakinan penuh atas ucapannya.

“Jika ditemukan alat berat milik saya atau yang saya kuasai dan terbukti menambang emas di Pasaman, bakar saja ! Saya beri izin. Saya tidak keberatan. Tidak ada risiko hukum apa pun bagi yang membakarnya, baik pidana maupun perdata,” tegasnya dengan nada keras.

Adapun, seluruh narasi yang mencoba mengaitkan namanya, dengan tambang emas di Pasaman adalah cerita lama yang sengaja dihidupkan kembali tanpa dasar fakta. Ia menegaskan bahwa dirinya sudah sepenuhnya angkat kaki dari aktivitas ilegal di Pasaman sejak Juli 2025, jelas Rohom.

Kemudian, Ia kembali menegaskan untuk kedua kalinya, “Jika ada alat berat milik Saya yang melakukan aktivitas ilegal di Rao, saya ulangi: bakar saja ! ”

Dengan pernyataan tersebut, Rohom menegaskan, satu hal: tidak ada lagi aktivitas tambang—baik legal maupun ilegal—yang memiliki hubungan dengan dirinya di wilayah Rao maupun Pasaman secara keseluruhan.

Kini, adanya upaya mengaitkan namanya disebut sebagai kebohongan terbuka.
“Jika ada yang mengait-ngaitkan saya dengan tambang di Rao, itu tidak benar. Itu bohong,” tegasnya.

Informasi dilokasi, memang benar apa yang disampaikan Rohom. Hal itu diperkuat oleh fakta di lapangan. Seperti yang dikatakan Ketua Pemuda Nagari Padang Mentinggi, ia mengaku tidak pernah mendengar adanya alat berat milik Rohom yang beroperasi di wilayah Rao. Sejumlah warga Padang Mentinggi juga menyatakan hal serupa—tidak pernah mengetahui atau melihat keterlibatan Rohom dalam aktivitas tambang emas di daerah mereka.

Kalangan wartawan dan aktivis LSM di Pasaman pun menyampaikan pengakuan yang sama. Tidak pernah ada informasi yang valid mengenai keterlibatan Rohom dalam aktivitas tambang emas ilegal di Lubuk Aro, Padang Mentinggi, maupun Rao. Apalagi, soal penganiayaan nenek Saudah.

Apabila inisial RHM yang disebut dalam pemberitaan Aktual Online dimaksudkan untuk merujuk kepada Rohom, maka Rohom menilai pemberitaan tersebut sebagai hoaks dan fitnah serius. Dan untuk itu, ia akan menempuh jalur hukum. ( Sol )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *