Pasaman, Zaman.co.id. – Adanya, dugaan pelanggaran spesifikasi teknis proyek revitalisasi pembangunan gedung sekolah SMKN 1 Simpati. Kini sedang ditangani pihak Kejari ( Kejaksaan Negeri ) Pasaman.
Dimana, proyek pembangunan, yang dibiayai dengan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp2.1 miliar itu, telah dilaporkan LSM Tipikor RI ke Kejaksaan Negeri Pasaman.
Dari keterangan persnya, Kajari ( Kepala Kejaksaan Negeri ) Pasaman, Hendi Arifin, membenarkan adanya masuk laporan dari LSM Tipikor RI.
Memang benar, laporan dari LSM Tipikor, telah saya terima. Dan kemarin (Senin-red) sudah saya disposisi ke bagian Pidana Khusus untuk ditindak lanjuti, ujarnya selasa 26 Mei 2036.
Informasi yang diperoleh Zaman, diketahui LSM Tipikor RI melakukan investigasi ke SMKN 1 Simpati. Diketahui, ketua LSM Tipikor RI, Oyon Hendri menemukan beberapa kejanggalan yang diduga melanggar spesifikasi teknis pembangunan proyek revitalisasi.
Adapun, temuan yang dilaporkan LSM tersebut ke Kejaksaan Negeri, seperti pengecoran tonggak dan slof beton bertulang yang tidak ada sampel uji labornya (Jobmix).
Kemudian, juga ditemukan fakta di lapangan, diketahui pemakaian besi bekas dari sisa pembongkaran gedung sekolah yang lama.
Untuk itu, Oyon Hendri berharap, pihak kejaksaan Negeri Pasaman secepatnya melakukan penyelidikan dugaan kecurangan dalam pembangunan gedung sekolah SMKN 1 Simpati itu.
Sementara, dari keterangan peri Kepala Sekolah SMKN 1 Simpati mengatakan, bahwa laporan yang masuk ke Kejaksaan Negeri Pasaman itu adalah hak masyarakat luas.
Dan katanya, “Kami sangat berterimakasih adanya perhatian dari pihak LSM atau kawan-kawan wartawan. Kritikan adalah bagian tersendiri untuk kami agar lebih baik dalam mengelola anggaran pendidikan yang bersumber dari APBN ini,” .
Ia juga menilai, sebagai pihak yang langsung diamanahkan untuk realisasi anggaran ini, pihaknya memastikan pekerjaan sesuai dengan petunjuk teknis. Semua dikerjakan oleh tim yang kompeten di bawah bimbingan Kementrian langsung.
“Secara pribadi, saya sebagai Kepsek tidak ada keinginan sedikitpun untuk mencari keuntungan pribadi di dalam pekerjaan ini. semoga pekerjaan ini dilancarkan dan bisa membawa manfaat untuk generasi penerus bangsa khususnya siswa SMKN 1 Simpang Alahan mati dan sekolah lebih maju lagi kedepannya,” tambahnya. ( TZ ).

















