Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Solok

Hari Lahir Pancasila Bupati Solok Tegaskan Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan

5
×

Hari Lahir Pancasila Bupati Solok Tegaskan Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kabupaten Solok, zaman.co.id – Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Senin (01/06/2026) di Lapangan Upacara Kantor Bupati Solok, Arosuka.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, SH sebagai Inspektur Upacara dan diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintahan serta masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Solok, Donli Wance Lubis bertindak sebagai Komandan Upacara, sementara pengibaran Sang Saka Merah Putih dilaksanakan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Gunung Talang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Solok, H. Candra, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, Pj. Setdakab Solok, Jefrizal, unsur Forkopimda, pejabat eselon II, III, dan IV, para camat, pejabat fungsional, aparatur sipil negara (ASN), serta berbagai unsur undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Bupati Solok membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Menurut pidato tersebut, Pancasila tidak hanya menjadi perekat bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga memberikan contoh bahwa keberagaman dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Pancasila menjadi jangkar yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia,” ungkap, Jon Firman Pandu.

Dalam pidato itu juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila disebut menjadi landasan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Prinsip musyawarah dan mufakat dinilai relevan dalam menjembatani perbedaan serta mendukung penyelesaian berbagai konflik di tingkat internasional.

Selain itu, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah disebut sebagai implementasi nyata sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Melalui pidato tersebut, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan dinding di kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujar, Jon Firman Pandu.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Solok berlangsung tertib dan penuh khidmat sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkokoh nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa serta bernegara. (awe/kmnf.kab.slk)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *