Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pasaman

Dalam Menyambut Indonesia Emas, Wakil Ketua DPRD Haris Suddin Nyatakan Perkuat Karakter Generasi Muda

3
×

Dalam Menyambut Indonesia Emas, Wakil Ketua DPRD Haris Suddin Nyatakan Perkuat Karakter Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman, Zaman.co.id. – Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Haris Suddin, merasa kegelisahan dan kecemasan , dalam menghadapi Indonesia Emas 2045 yang akan datang.

Adapun, sejauh mana generasi muda yang hidup di zaman sekarang memiliki kesiapan yang cukup untuk menyongsong tahun 2045, saat republik ini memasuki era yang disebut dengan Indonesia Emas 2045.

Dimana, kesiapan yang dimaksud, tidak sebatas penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), kompetensi, keterampilan dan kemampuan bersaing di pasar kerja, dan sejenisnya

“Faktor kesiapan mental dan karakter, termasuk pemahaman nilai-nilai agama, suatu hal yang tidak pula bisa dinafikan,” ujar politisi Partai Demokrat itu di Lubuk Sikaping, Minggu, 21 Juni 2026.

Justru dalam banyak kasus, menurut Haris Suddin, faktor itulah yang seharusnya mendapat perhatian dengan porsi yang lebih.

“Karena jujur, dari fakta empiris yang ada, betapa miris kita dengan realitas pada sebagian generasi muda hari ini,” ujarnya.

Dengan kata lain, menurut Sekretaris DPC Partai Demokrat Pasaman itu, betapa sebagian generasi muda relatif gampang terpengaruh oleh aneka perbuatan yang tidak baik, yang sejatinya merugikan diri mereka sendiri.

Contohnya, lanjut Haris, kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, yang tergolong marak di Pasaman. “Hari-hari kita sering dijejali informasi tentang pengungkapan kasus narkoba di Pasaman,” ucapnya.

Apalagi, persoalan generasi muda tidak hanya sampai di sana. Haris Suddin menunjuk contoh pergaulan bebas, balap liar, remaja putus sekolah dan sederet persoalan lain yang menghantui generasi muda di Pasaman hari ini.

“Apa yang bisa diharapkan dari generasi muda seperti itu, terutama dalam menyambut Indonesia Emas 2045, di mana tingkat persaingan diniscayakan akan semakin tajam?” ujarnya, mempertanyakan.

“Mendesak dilakukan langkah antisipasi sari dini,” ungkap politisi yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Pasaman 3 dan 4 itu. “Langkah dimaksud harus dilakukan secara terarah dan terukur.”

Langkah dan upaya itu pula yang fokus dilakukan Haris Suddin di rentang waktu hampir dua tahun menduduki posisi sebagai wakil rakyat di DPRD Pasaman.Tentunya, dengan tidak mengabaikan sektor-sektor lain, ungkapnya .

Dan, caranya? “Sebagian dari dana pokok pikiran (pokir) sebagai anggota DPRD Pasaman saya alokasikan untuk pembinaan generasi muda, terutama di dapil saya,” kata Haris. “Misalnya dengan membantu madrasah-madrasah,” ungkapnya.

Kemudian, Haris Suddin berharap, dengan langkah dan upaya seperti itu akan bisa dilahirkan generasi muda Pasaman yang memiliki karakter kuat, pemahaman agama yang mendalam, moralitas dan etika yang bagus.

“Karena untuk penyiapan di tahun 2045 memang harus dilakukan sejak sekarang,” bebernya. “Generasi muda yang hidup di zaman sekaranglah yang akan memiliki peran dominan di 2045.”

Kendati tergolong tua, yang sudah melahirkan sebuah daerah pemekaran bernama Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar); sejatinya masih banyak persoalan yang dihadapi oleh Kabupaten Pasaman.

“Infrastruktur dasar di Pasaman masih sangat terbatas,” ungkapnya. Saking terbatasnya, menurut Haris Suddin, masih terdapat sejumlah kawasan di daerah tersebut yang masih terisolasi secara fisik.

Terisolasi secara fisik tentu saja menimbulkan efek berantai. Antara lain, terhalangnya jalur transportasi ke dunia luar, dan ekonomi masyarakat setempat yang sulit bangkit dan berkembang.

Artinya, menurut Haris Suddin, pembangunan infrastruktur masih tetap menjadi prioritas di Pasaman. “Selagi infrastruktur masih terbatas, .maka selama itu pula Pasaman akan sulit maju dan berkembang,” tambahnya.

Tapi, imbuh Haris Suddin, persoalannya kemudian adalah terbatasnya anggaran. Menyusul kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, menurutnya, jumlah dana di APBD banyak mengalami penyusutan.

Dalam konteks kasus seperti ini, Haris Suddin mendorong jajaran Pemkab Pasaman untuk mencari sumber dana alternatif. “Misalnya dengan menjemput bola ke pemerintah pusat,” sarannya.

Di tengah keterbatasan yang dialami Pasaman saat ini, Haris Suddin mengaku bersyukur karena kemitraan antara eksekutif dengan legislatif di Pasaman masih dalam koridor yang harmonis.

“Ini harus disyukuri, karena merupakan modal dasar yang berharga untuk memajukan Pasaman dan mensejahterakan masyarakatnya,” terang Haris Suddin.

Bila kolaborasi antara eksekutif dengan legislatif terjalin baik, ulasnya, pikiran dan tenaga orang-orang yang dipercaya mengelola daerah sudah bisa sepenuhnya dicurahkan untuk kepentingan daerah dan masyarakat.

“Apalagi Pasaman masih dihadapkan dengan banyak keterbatasan, maka perlu upaya yang sungguh-sungguh dari semua elemen untuk membuat daerah ini menjadi lebih baik dari kondisi yang ada saat ini.

“Kita berharap kondisi yang ada saat ini dipertahankan, dan kalau bisa lebih ditingkatkan.lagi,” ujarnya mengingatkan. ( Sol )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *