Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Solok

Sosialisasi Optimasi Lahan Non Rawa Tahun 2025 Dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra

17
×

Sosialisasi Optimasi Lahan Non Rawa Tahun 2025 Dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kabupaten Solok, zaman.co.id – Dukung ketahanan pangan dan kesejahteraan para petani di Kabupaten Solok, Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pertanian menggelar sosialisasi optimasi lahan non rawa tahun 2025, Kamis (19/06/2025) di Ruang Solok Nan Indah, Arosuka, Kabupaten Solok.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Kenedy Hamzah beserta jajaran, Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Solok Selayo dan BSI KCP Solok Ahmad Dahlan 1, Penyuluh Pertanian dan para kelompok tani penerima manfaat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Kenedy Hamzah mengatakan, bahwa anggaran yang akan diberikan Pemerintah Pusat (Kementan) untuk program ini adalah sebesar Rp. 11 Milyar lebih, kepada  102 kelompok tani penerima manfaat. Untuk target luasan lahan yang akan dioptimalkan adalah 2.005 Ha dengan pelaksanaan swakelola oleh kelompok tani.

“Tidak ada satu sen pun dana bantuan tersebut  yang akan digunakan untuk jasa petugas atau dinas. Kalau ada nanti yang minta-minta, silahkan laporkan langsung ke saya,” kata, Kenedy Hamzah dengan tegas.

Sementara itu Wakil Bupati Solok, H. Candra berpesan agar kegiatan ini betul-betul dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tidak ada penyelewengan.

“Kita harus menjalankan betul program-program yang ada sesuai dengan semangat pembangunan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto, tidak ada cawe-cawe dan penyalahgunaan anggaran,” sebut, H. Candra.

“Kita optimis dengan adanya program pusat yang kita kolaborasikan dengan metode basawah pokok murah akan meningkatkan hasil panen,” tambah, H. Candra.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Solok itu juga menyebutkan, bahwa Kabupaten Solok memiliki tantangan untuk memenuhi permintaan import hortikultura ke Malaysia seperti bawang merah dan permintaan kopi melalui Komut HNI.

“Fokus ke depan adalah pertanian dan pariwisata, karena mayoritas masyarakat Kabupaten Solok adalah petani dan memiliki potensi destinasi wisata yang beragam. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani di Kabupaten Solok,” ujar, H. Candra tutup arahannya. (awe/kmnf.kab.slk)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *