Sumbar, Zaman.co.id. – Dalam upaya percepatan perbaikan jalan nasional di Sumatera Barat, merupakan langkah strategis yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga menuntut peran aktif kepala daerah, dalam memastikan konektivitas wilayah berjalan optimal.
Hal itu disampaikan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Masudi, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1, Zulfikar Kurniawan. Ia menyatakan, bahwa kegiatan preservasi jalan merupakan bagian penting dari upaya menjaga aksesibilitas antarwilayah, yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Dimana, dalam pelaksanaan di lapangan pada Selasa, 21 April 2026 lalu, tim teknis Satker PJN Wilayah II, telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan krusial. Di antaranya pelapisan Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) sebanyak 70 ton pada ruas Batas Kota Sawahlunto–Muaro Kalaban (STA 0+300 hingga STA 1+045 R).
Kemudian, pekerjaan galian perkerasan, yang menggunakan alat berat cold milling machine dilakukan pada STA 1+492 hingga STA 1+553 dengan volume mencapai 15,56 meter persegi. Rekonstruksi struktural juga dilaksanakan di ruas Batas Kota Solok–Batas Kota Sawahlunto tepatnya di STA 13+540.
Dan, untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan jalan, Zulfikar menjelaskan, bahwa kegiatan ini tidak sekadar pemeliharaan rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat jaringan transportasi di Sumatera Barat. Menurutnya, kondisi jalan yang mantap menjadi fondasi utama dalam menjamin kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Adapun, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Jalan nasional yang andal menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat, paparnya.
Tak itu saja, percepatan perbaikan infrastruktur ini, juga menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah di Sumatera Barat untuk, dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor. Tanpa dukungan daerah, keberlanjutan kualitas jalan nasional dinilai sulit tercapai secara maksimal.
Selanjutnya, Satker PJN Wilayah II, menghimbau masyarakat, agar tetap mematuhi rambu lalu lintas dan mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan guna menjaga keselamatan bersama.
Masyarakat memberikan apresiasi, dengan langkah cepat yang dilakukan pemerintah pusat ini. Termasuk para pengguna transportasi. Dan juga para Sopir bus antarkota dan pengemudi travel, mereka mengaku perbaikan jalan berdampak langsung pada efisiensi waktu tempuh dan biaya operasional.
Dengan adanya kolaborasi, antara pemerintah pusat dan daerah, menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan, terutama di wilayah daerah Sumatera Barat. ( Ronald ).

















