Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pasaman

Dalam Memperingati HKB 2026, Pemkab Pasaman Tanam 6.200 Pohon Serentak di 62 Nagari

4
×

Dalam Memperingati HKB 2026, Pemkab Pasaman Tanam 6.200 Pohon Serentak di 62 Nagari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman, Zaman.co.id. – Kini, Pemkab Pasaman menunjukkan komitmen nyata, dalam upaya mitigasi bencana, melalui Gerakan Penanaman Pohon Serentak di 62 Nagari.

Dimana, kegiatan tersebut dipusatkan di Jorong Lungguak Batu, Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol. Hal ini digelar, dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2026, Minggu 26 April 2026.

Adapun, acara tersebut dipimpin oleh Bupati Pasaman yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman, Yudesri, S.I.P., M.Si. Turut hadir perwakilan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, unsur Forkopimda, para Asisten, Kepala OPD, BPBD, Camat, Wali Nagari, Ketua Orari Pasaman, serta Ketua Pengurus Komunitas Sayang Bumi Pasaman (KSBP).

Peringatan HKB 2026 yang mengusung tema “Siap Untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana” ini diikuti secara serentak di seluruh Indonesia. Kabupaten Pasaman turut bergabung secara daring via Zoom Meeting dengan kabupaten/kota lainnya se-Indonesia. Puncak simbolis acara ditandai dengan pembunyian kentongan, sirine, lonceng, dan alat Early Warning System (EWS) secara serentak pada pukul 10.00 WIB.

Dalam laporan panitia pelaksana, disampaikan bahwa kegiatan ini berlandaskan pada UU No. 24 Tahun 2007 tentang Kebencanaan dan selaras dengan Program Unggulan Kabupaten Pasaman pada Misi ke-8, yakni meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Sebanyak 6.200 bibit pohon ditanam secara serentak di seluruh nagari dengan melibatkan sekitar 200 personil di lokasi utama yang terdiri dari unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Yudesri dalam sambutannya menegaskan, bahwa topografi Pasaman yang berbukit menuntut masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

“Kesiapsiagaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Melalui gerakan ‘Nagari Menanam Pohon’ ini, kita sedang melakukan investasi jangka panjang untuk mitigasi bencana. Kita ingin mewujudkan masyarakat nagari yang mandiri dan mengenali ancaman di lingkungannya,” ujarnya .

Lebih lanjut, beliau menekankan, bahwa urusan bencana adalah urusan bersama. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan kelompok masyarakat seperti KSBP serta Orari menjadi kunci utama menuju Pasaman yang tangguh. “Mari bersatu dalam siaga untuk tanggap menghadapi bencana,” tambahnya sembari membacakan pantun ajakan siaga bencana.

Aksi penanaman pohon ini diharapkan mampu memperkuat daerah tangkapan air dan mencegah abrasi serta longsor di titik-titik rawan, sekaligus membangun budaya sadar bencana bagi seluruh warga Kabupaten Pasaman.
(Sol).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *