Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
PasamanUncategorized

Wabup Parulian Canangkan Penguatan Data Statistik Secara Resmi Desa/Nagari

4
×

Wabup Parulian Canangkan Penguatan Data Statistik Secara Resmi Desa/Nagari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASAMAN, Zaman.co.id. – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Bersama Badan Statistik canangkan secara resmi Desa/Nagari Cantik 2026.

Dimana, acara itu digelar di Aula Kantor Camat Lubuk Sikaping, Kamis 23 April 2026. Dan, waktu itu, Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe, mencanangkan bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nita Andriyani.

Juga ikut mendampingyoui , Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Teddy Marta serta Sekretaris Bappeda Rahmat Gusveri beserta Camat Lubuksikaping dan Camat Panti serta Wali Nagari Durian Tinggi, Panti Selatan dan Pauh.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Pasaman Parulian dalam sambutannya menjelaskan, pentingnya ketersediaan data nagari untuk menjawab tantangan global, dari kesehari makin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan iklim hingga pesatnya perkembangan tekhnologi.

Dan, Sumatera Barat berkomitmen memperkuat pengelolaan data dan pemanfaatan digitalisasi ke jajaran pemerintahan, hingga tingkat nagari, dan terus digaungkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Pasaman Program Desa/Nagari Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026, resmi dicanangkan.

Adapun, pencanangan itu untuk tiga nagari. Tiga nagari itu; Nagari Durian Tinggi, Nagari Panti Selatan dan Nagari Pauh. Tiga nagari itu merupakan lokus baru untuk meningkatkan kualitas data kedepan, ujar Wabup Pasaman Parulian.

Data akurat di nagari, sebagai fondasi penting untuk menentukan arah kebijakan. Data akurat itu sebagai kunci untuk menekan kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, hingga mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pasaman kedepan, jelas Wabup Parulian.

Peran nagari, lanjutnya, sebagai ujung tombak, sangat strategis terhadap penyediaan data berkualitas. Data itu tidak saja untuk kebutuhan dan kepentingan local, namun juga untuk mendukung berbagai program nasional, tambahnya.

Terus, Wabup Parulian mengingatkan, jika dalam waktu dekat, daerah akan menghadapi pelaksanaan Registrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Sensus Ekonomi Tahun 2026 (SE2026) yang membutuhkan dukungan data yang akurat dan terkini dari tingkat kejorongan dan nagari.

DTSEN sangat penting. artinya, sebagai basis data sosial ekonomi terpadu, mendukung kebijakan perlindungan sosial agar lebih tepat sasaran. SE2026 akan memberikan gambaran menyeluruh terhadap kondisi perekonomian masyarakat, termasuk potensi usaha yang ada, hingga ke tingkat nagari dan kejorongan, ungkapnya.

Tantangan yang masih dihadapi dalam hal ini, kesiapan sumber daya manusia (SDM) di tingkat kejorongan dan nagari, untuk mengelola dan memanfaatkan data secara optimal. Kualitas data yang dihasilkan tergantung dari kapasitas aparatur nagari, baik dalam pengumpulan, pengolahan, maupun pemanfaatan data tersebut.

Melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), didorong nagari, tidak hanya sebagai objek pendataan, tetapi juga sebagai subjek yang aktif dalam pengelolaan data. Nagari diharapkan mampu berperan dalam mendukung pelaksanaan DTSEN dan SE2026 melalui penyediaan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Nita Andriyani menjelaskan, BPS sebagai leading sector pengembangan statistic, memiliki peran penting meningkatkan literasi tersebut.

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997, tentang Statistik, dan Perpres 39 Tahun 2019, tentang Satu Data Indonesia (SDI), BPS berkewajiban memberikan pembinaan statistik kepada kementerian/lembaga/satuan kerja perangkat daerah/institusi lainnya, termasuk hingga tingkat desa atau nagari.

Salah satu perwujudan dari amanat tersebut adalah melalui Program Desa Cantik, yaitu program peningkatan kompetensi aparat nagari desa/kelurahan dalam pengelolaan dan pemanfaatan data, sehingga perencanaan pembangunan nagari/desa/kelurahan menjadi lebih tepat sasaran.

Perjalanan Desa Cantik sejak tahun 2024, di Pasaman sudah sangat panjang. Sebelumnya adalah Nagari Jambak, dan Nagari Tanjung Beringin, sudah memulai penguatan nagari terhadap pengelolaan data. Nita berharap momentum tahun 2026 ini, kesempatan tiga kenagarian yang ditunjuk, agar menguatkan data yang berkualitas. ( Sol ).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *