Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pesisir Selatan

BPJN Sumbar Melalui Satker PJN Wilayah II Merespon Cepat Aspirasi Masyarakat Terkait Jalan Nasional Kambang- Balai Selasa- Indrapura

4
×

BPJN Sumbar Melalui Satker PJN Wilayah II Merespon Cepat Aspirasi Masyarakat Terkait Jalan Nasional Kambang- Balai Selasa- Indrapura

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pesisir Selatan, Zaman.co.id. – Memang, RUAS jalan nasional, yang menghubungkan Kambang, Balai Selasa, dan Indrapura di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat ( Sumbar ), merupakan ruas jalan nasional, yang cukup vital sebagai bagian Jalan Lintas Barat Sumatera.

Dimana, ruas jalan ini menjadi jalur lalu lintas utama dan strategis, yang melintasi berbagai pusat kecamatan serta nagari padat penduduk di Kabupaten Pesisir Selatan tersebut, sekaligus menjadi akses penting distribusi barang lintas kabupaten dan provinsi yang kini tengah fokus melakukan perbaikan dan preservasi guna mengembalikan fungsi jalan agar aman, nyaman untuk dilalui.

Maka, dengan kondisi tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah II bergerak cepat merespons aspirasi masyarakat, terkait kondisi ruas jalan nasional Kambang-Balai Selasa-Indrapura, yang menjadi urat nadi distribusi logistik di tanah pesisir bagian selatan Sumatera Barat itu.

Kini, penanganan telah memasuki tahap perbaikan dan preservasi intensif guna mengembalikan fungsi jalan agar aman, nyaman, dan layak dilalui masyarakat maupun kendaraan angkutan berat.

Di tengah tingginya mobilitas kendaraan lintas provinsi dan meningkatnya tekanan terhadap struktur jalan, akibat cuaca ekstrem serta tonase kendaraan logistik, pemerintah memastikan penanganan kerusakan tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan teknis menyeluruh yang mempertimbangkan keberlanjutan konstruksi jalan dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Sumbar, Masudi, ST, menegaskan, bahwa keselamatan pengguna jalan, menjadi prioritas utama dalam pekerjaan preservasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa tim teknis bersama kontraktor pelaksana, PT Anatama Konstruksi Utama, telah mempercepat proses penanganan di sejumlah titik prioritas.

Dan, masukan masyarakat, lanjutnya , menjadi perhatian serius bagi kami. Saat ini pekerjaan sudah berjalan di lapangan dan kami terus mengupayakan agar penanganan dilakukan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan, ungkiMasudi optimis .Minggu, 24 Mei 2026.

Apalagi, ruas Kambang – Balai Selasa – Indrapura merupakan salah satu jalur strategis nasional, yang memiliki fungsi penting sebagai penghubung distribusi barang dan mobilitas masyarakat lintas kabupaten bahkan lintas provinsi menuju Jambi dan Bengkulu. Karena itu, kerusakan sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap kelancaran arus transportasi dan ekonomi masyarakat, jelasnya.

Sementara, menanggapi keluhan warga, terkait minimnya rambu-rambu pengaman di area pengerjaan, Masudi memastikan pihak rekanan telah diminta segera melengkapi seluruh titik pekerjaan, dengan perangkat keselamatan jalan seperti rambu peringatan, lampu hazard, hingga penanda area kerja. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan, khususnya pada malam hari maupun saat hujan dengan jarak pandang terbatas.

Hal yang sama, juga dijelaskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, ST. Menurutnya , proyek preservasi yang tengah berlangsung memiliki cakupan penanganan cukup panjang, mulai dari Kambang, Tapan, hingga kawasan perbatasan Jambi dan Bengkulu.

Ia mengungkapkan, bahwa di tengah tantangan fluktuasi harga material konstruksi, khususnya aspal, serta penyesuaian alokasi anggaran, pihaknya menerapkan strategi skala prioritas untuk memastikan efektivitas pekerjaan tetap optimal. Fokus utama diarahkan pada titik-titik kerusakan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan dan potensi kerusakan struktural lebih lanjut.

Untuk itu, Kami melakukan pemetaan secara detail terhadap kondisi lapangan. Titik-titik yang berada di kawasan padat aktivitas masyarakat seperti depan SDN 07 Labuhan Balai Selasa menjadi prioritas utama penanganan karena menyangkut keselamatan pengguna jalan dan aktivitas warga sekitar, ungkap Gina.

Adapun, pendekatan teknis yang dilakukan, tidak hanya berupa penambalan permukaan jalan semata, tetapi juga mencakup pekerjaan “grading” atau pembentukan ulang kemiringan bahu jalan di sejumlah titik strategis. Menurut Gina, langkah ini menjadi bagian krusial dalam menjaga umur layanan jalan nasional tersebut.

Dijelaskannya, bahwa selama bertahun-tahun, pertumbuhan vegetasi liar dan endapan tanah di sisi jalan menyebabkan elevasi bahu jalan menjadi lebih tinggi dibanding badan jalan utama. Kondisi tersebut menghambat aliran air hujan menuju saluran drainase sehingga air menggenang di atas permukaan aspal.

Terus, genangan yang terus terjadi dalam waktu lama, menjadi salah satu penyebab utama percepatan kerusakan jalan, mulai dari retak kulit buaya, pelepasan agregat, hingga terbentuknya lubang yang membahayakan pengendara.

“Pekerjaan grading ini memang sempat menimbulkan genangan sementara saat proses berlangsung, tetapi secara teknis hal tersebut diperlukan agar sistem drainase jalan kembali normal. Jika kemiringan bahu jalan tidak diperbaiki, maka air akan terus tertahan di badan jalan dan mempercepat kerusakan struktur aspal,” terang Gina secara rinci.

Kemudian , lanjutnya, preservasi jalan nasional tidak hanya berbicara tentang memperbaiki permukaan yang rusak, tetapi juga mengembalikan sistem pendukung jalan agar bekerja optimal, terutama drainase dan stabilitas bahu jalan. Tanpa penanganan menyeluruh, kerusakan akan terus berulang meskipun pelapisan aspal baru dilakukan.

Dan, dalam laporan progres lapangan, Gina menyebutkan bahwa beberapa klaster pekerjaan menunjukkan perkembangan signifikan. Pada titik STA 240+100 sisi kanan, progres penanganan terus dipercepat menuju target operasional 50 persen. Sementara untuk ruas Tapan – Batas Bengkulu, pekerjaan fungsional telah mencapai 100 persen dan sudah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna jalan, terangnya. ( Ronald )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *